Minimnya tempat sarana olahraga

TOPIK : Minimnya tempat sarana olahraga

JUDUL : Sebab kenapa marak terjadi kericuhan atau bentrokan antar warga

Tujuan Penulisan : Memberikan wawasan terhadap masyarakat luas dan memberikan masukan atau saran terhadap pihak yang terkait.

 

Siapa yang tidak mengetahui olahraga, dari sejak kita sekolah dasar pun kita sudah diajarkan yang namanya berolahraga. Olahraga merupakan sebuah kata yang mudah diucapkan namun sulit dikerjakan. Dalam artian, minimnya tempat sarana berolahraga. Padahal dengan berolahraga kita dihindarkan dengan penyakit dan tak hanya itu dengan berolahraga kita mengeluarkan keringat, yang dimana dalam kandungan keringat terdapat kotoran-kotoran dari dalam tubuh. Sehingga terhindar atau mengurangi penumpukan kotoran di dalam tubuh.

Orang tua atau guru sering berkata, ‘ anak-anak, selain kita harus belajar kita juga harus berolahraga.kenapa? karena dengan berolahraga tubuh kita menjadi sehat. Jika tubuh kita sehat, kita dapat bermain, belajar, atau apapun yang ingin kita kerjakan. Coba jikalau kita sakit, kita tidak dapat mengerjakan secara bebas apa yang ingin kita kerjakan. Kasihan orang tua juga, mesti merawat kita sampai sembuh ’.

Sewaktu kita menuntut ilmu di sekolah masih mudah berolahraga, karena tersedianya sarana tempat berolahraga. Namun untuk saat ini, untuk melakukan olahraga sudah sulit. Dikarenakan tidak adanya sarana atau fasilitas yang memadai dan minimnya tempat untuk berolahraga. Palagi untuk daerah yang telah berkembang, seperti halnya ibukota kita, Jakarta yang dimana kita sangat sulit menemukan tempat-tempat hijau atau terbuka seperti taman maupun lapangan. Tapi apa yang kita temui, dengan mudahnya kita melihat gedung-gedung yang besar dan dan bertingkat dengan kokohnya beriri dipancangkannya pondasi dari besi dan beton.

Dengan demikian, semakin minimnya tempat sarana berolahraga maupun area hijau(taman) untuk bermain anak maupun generasi penerus kita. Yang ada kita sering melihat anak-anak bermain di area yang rentan sekali terjadi kecelakaan. Contohnya: di sepanjang perlintasan kereta api.

Minimnya tempat sarana olahraga, mengakibatkan masyarakat sulit menuangkan atau menyalurkan emosionalnya ke araha yang positif(berolahraga). Hal hasil, masyarakat sering kali melakukan keributan atau kericuhan yang menyebabkan terjadinya bentrokan antar warga. Seperti yang terjadi belakangan ini. Misal: bentrokan antar warga di daerah kedoya, Jakarta.

Padahal bila kita telisik lebih dalam penyebab terjadinya, penyebab betrokan hanya masalah satu dua orang yang memiliki masalah pribadi saja. Namun di masyarakat kita memiliki image ‘kesetiakawanan’ salah, mereka mengajak dan ikut melakukan bentrokan. Dan tidak jarang permasalahannya hal yang sepele. Namun dampaknya merugikan orang banyak yang tidak tau menauh pokok permasalahannya.

Oleh karena itu, dimohon untuk menyediakan sarana olahraga dan taman terbuka agar masyarakat kita dapat menyalurkan emosionalnya dengan tepat. Marilah kita bersama sama menjaga lingkungan sekitar kita. Bila bukan kita, siapa lagi..!!

 

Terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: