Gerhana Bulan ‘Meriahkan’ Malam Tahun Baru 2010

Gerhana Bulan ‘Meriahkan’ Malam Tahun Baru 2010

https://i1.wp.com/www.detiknews.com/images/content/2009/12/28/10/gerhana-dalam.jpg
Kemeriahan malam tahun baru akan bertambah dengan fenomena alam yang menakjubkan: gerhana Bulan. Fenomena alam ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia pada 1 Januari 2010 dinihari.

“Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya,” ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).

Thomas menjelaskan, gerhana Bulan yang terjadi sekitar satu jam tersebut bisa dinikmati sepanjang di wilayah tersebut masih memasuki waktu malam.

“Mulai pukul 01.53 WIB hingga 02.53 WIB di seluruh wilayah yang waktu itu malam hari bisa mengamati,” terang Thomas.

Menurut Thomas, gerhana Bulan tersebut tidak terlalu besar. Bulatan Bulan yang tertutup bayangan Bumi hanya sekitar 7 persen.

“Tapi karena terjadi saat pergantian tahun itu menarik,” ujar Thomas.

sumber: detik.com

https://i1.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2009/01/27/64156_gerhana_matahari_di_sebagian_wilayah_asia_300_225.jpg
Tempat paling tepat menyaksikannya di Eropa dan Afrika tengah.
Gerhana bulan sebagian akan terjadi di hampir seluruh wilayah Eropa, Afrika dan Asia tepat pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2009 mendatang.

Seperti dimuat laman Space, gerhana bulan terjadi rata-rata dua kali setahun. Gerhana bulan hanya dapat diamati penduduk di setengah permukaan bumi, karena adanya perbedaan waktu. Ketika bayangan bumi tepat mengenai permukaan bulan, saat itulah gerhana terjadi.

Bertepatan dengan gerhana di belahan dunia lainnya, bulan purnama sebagian terjadi di wilayah Amerika utara yang sering disebut ‘bulan biru’. Peneliti mengatakan, kemunculan purnama dapat disaksikan pada pergantian tahun kecuali ada gangguan di atmosfer, seperti debu gunung berapi.

Gerhana bulan sebagian terjadi saat bulan menjadi gelap akibat bayangan bumi. Apabila diperhatikan, bayangan gelap bumi di permukaan bulan lebih halus dan berwarna kemerah-merahan.

Walaupun tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang di wilayah Amerika Utara, warga masih dapat menikmati peristiwa ini melalui simulasi perangkat lunak seperti Starry Night. Sebuah teleskop yang menggunakan perangkat lunak ini dapat memperlihatkan gerhana dari wilayah bumi manapun.

Menurut perhitungan peneliti, inilah tahapan terjadinya serta waktu gerhana bulan untuk wilayah Eropa barat dan Afrika Tengah.

Saat matahari terbenam, bulan purnama akan terbit dari barat daya. Sekitar pukul 06.17 malam Jumat waktu lokal, bulan mulai memasuki bayangan bumi, meskipun belum terlihat mata telanjang. Pada pukul 07.52 malam, bulan mulai memasuki bayangan tergelap bumi yang disebut umbra. Gerhana sebagian terjadi tepat pada pukul 08.32. Selanjutnya bulan akan meninggalkan umbra pada pukul 08.53. Sisa bayangan terakhir gerhana akan menghilang pada pukul 10.28 malam.

Para pengamat di seluruh belahan dunia membuat penyesuaian waktu tergantung wilayah waktu masing-masing. Warga di daratan Australia kemungkinan menyaksikan gerhana bulan sebelum bulan terbenam menjelang dini hari pada 1 Januari 2010.

sumber: http://dunia.vivanews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: